Senin, 09 Juni 2014

warna kehidupan



Hati memandang sembari menyaksikan kisah perjuangan hidup. Sebuah dilema akan kerasnya hidup kini bersemayang bersamaku. Tiada kata yang dapat terungkap, hanya termenung entah apa yang terlintas dibenakku. Aku tidak habis pikir, kapan dan kapan ini semua akan berakhir. Akankah keindahan hidup menghilang entah kemana?  Akankah kami anak cucu bangsa terus meratapi nasib seperti ini?. hari-hari yang penuh dengan warna-warni kehidupan, kini pupus  bersama tenggelamnya mentari di peristirahatannya dan kembali bangkit saat mentari terbit di ufuk timur. Membuat aku melangkah menuju tuntutan saya yang harus aku penuhi selama menjadi anak bangsa. Tapi entah mengapa, aku tidak habis pikir dengan warna-warni peristiwa yang kini merenggut dalamnya sebuah arti perjuangan hidup yang kini terkumandangkan di depan punggawa- punggawa bangsa untuk memintah belas kasihan. Kini, setitik air mata menorehkan arti, semakin membuat aku terpuruh dalam sebuah dilema yang tidak seharusnya terjadi pada negeri ini. Aku mencoba memandang luas menyaksikan panorama alam yang memukau pesonanya. Dengan ini saya berharap dapat mengapus gundah di hati dan berharap bertemu jodoh sebagai ide yang baru. Kucoba kurenungkan dari satu sampai seribuh kata untuk kurangkai menjadi sebuah slogan sebagai motivasi dalam hidup ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar