Hati
memandang sembari menyaksikan kisah perjuangan hidup. Sebuah dilema akan
kerasnya hidup kini bersemayang bersamaku. Tiada kata yang dapat terungkap,
hanya termenung entah apa yang terlintas dibenakku. Aku tidak habis pikir,
kapan dan kapan ini semua akan berakhir. Akankah keindahan hidup menghilang
entah kemana? Akankah kami anak cucu
bangsa terus meratapi nasib seperti ini?. hari-hari yang penuh dengan
warna-warni kehidupan, kini pupus
bersama tenggelamnya mentari di peristirahatannya dan kembali bangkit
saat mentari terbit di ufuk timur. Membuat aku melangkah menuju tuntutan saya
yang harus aku penuhi selama menjadi anak bangsa. Tapi entah mengapa, aku tidak
habis pikir dengan warna-warni peristiwa yang kini merenggut dalamnya sebuah
arti perjuangan hidup yang kini terkumandangkan di depan punggawa- punggawa
bangsa untuk memintah belas kasihan. Kini, setitik air mata menorehkan arti,
semakin membuat aku terpuruh dalam sebuah dilema yang tidak seharusnya terjadi
pada negeri ini. Aku mencoba memandang luas menyaksikan panorama alam yang
memukau pesonanya. Dengan ini saya berharap dapat mengapus gundah di hati dan
berharap bertemu jodoh sebagai ide yang baru. Kucoba kurenungkan dari satu
sampai seribuh kata untuk kurangkai menjadi sebuah slogan sebagai motivasi
dalam hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar